Genealogi penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy: analisis tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur perspektif Walid A. Saleh

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khunaifi, Muhammad A'an (2026) Genealogi penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy: analisis tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur perspektif Walid A. Saleh. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad A'an Khunaifi_07020322056.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad A'an Khunaifi_07020322056_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 January 2029.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji pembahasan seputar genealogi penafsiran yang ada di Nusantara, khusunya Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur karya Hasbi ash-Shiddieqy. Tafsir an-Nuur salah satu tafsir di Indonesia yang telah mendapat respon yang tidak baik, yaitu dianggap sebagai terjemahan dari tafsir yang ada sebelumnya, seperti Tafsir al-Mara>ghiy. Fokus utama dalam penelitian ini adalah mengkaji Q.S. al-Nisa’ ayat 3,Q.S. al-Nisa’ ayat 59 dan Q.S. al-A’raf ayat 54 dalam Tafsir an-Nuur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Dengan memakai teori tradisi tafsir yang genealogis dari Walid A. Saleh, penelitian ini mengajukan tiga pertanyaan utama: pertama, bagaimana karakteristik penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy dalam Tafsir an-Nuur?; kedua, bagaimana tendensi dan trajektori dari Tafsir an-Nuur?; ketiga, bagaimana dimensi kontekstual penafsiran Hasbi ash-Shiddieqy dalam Tafsir an-Nuur?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, karakteristik dari penafsiran yang dilakukan Hasbi dalam Tafsir an-Nuur bersifat modernis, reformis dan puritan. Hal ini disebabkan oleh latar belakang Pendidikan dan afiliasi organisasi dari Hasbi, yaitu ia pernah mengenyam Pendidikan pada madrasah modern al-Irsyad serta menjadi pembesarnya dan organisasi Muhammadiyah. Kedua hal tersebut merupakan organisasi yang identik dengan ide pembaharu. Kedua, melalui tiga ayat yang di analisis, tendensi dan trajektori dari Tafsir an-Nuur adalah menggunakan tafsir-tafsir modernis sebagai acuan utama penafsirannya, seperti Tafsir al-Wa>d}ih}, Tafsir al-Mara>ghiy, Tafsir al-Mana>r, Tafsir al-Qa>simiy, ‘Umdah al-Tafsi>r ‘an H}a>fiz} Ibn Kathi>r dan Tafsir Ibn Kathi>r. Hal tersebut juga merupakan sebuah konskuensi dari latar belakang pendidikan maupun aktivisme dari Hasbi yang cenderung menjadi intelektual modernis. Ketiga, dari tiga ayat yang dianalisis, terlihat bahwa penafsiran Hasbi mengandung dimensi kontekstual; yaitu pada Q.S. al-Nisa’ ayat 3 ia menekankan penafsiran agar tidak berpoligami, dalam artian lebih baik nikah secara monogami; pada Q.S. al-Nisa’ ayat 59 Hasbi memilih untuk menafsirkan ulil amri sebagai ahl al-h}all wa al-‘aqd, meliputi hakim, pejabat pemerintahan (eksekutif), wakil rakyat (legislatif, parlemen), ulama, dan tokoh masyarakat; pada Q.S. al-A’raf ayat 54, Hasbi memilih untuk menafsirkan kosmologi dengan ta’wil bahwa penciptaan bumi yang memiliki masa tersebut sebagai Pelajaran untuk manusia, disertai penolakan terhadap penafsiran yang menggunkan Riwayat isra>’i>liyya>t agar umat Islam terhindar dari paham mistisme.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khunaifi, Muhammad A'anmuhammadaankhunaifi587@gmail.com07020322056
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKholid, Abd.a.kholid@uinsa.ac.id2002026501
Subjects: Al Qur'an
Sejarah
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Genealogi tafsir; tafsir an-Nuur; poligami; ulil amri; politik; kosmologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Muhammad A'an Khunaifi
Date Deposited: 14 Jan 2026 06:27
Last Modified: 14 Jan 2026 06:27
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86360

Actions (login required)

View Item View Item