This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Afidah, Shofiyah Nur (2026) Pandangan elite Muhammadiyah Tuban terhadap status sosial Habaib dalam masyarakat perspektif humanisme Ali Shariati. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Shofiyah Nur Afidah_07020122054.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Shofiyah Nur Afidah_07020122054_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 14 January 2029. Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini membahas pandangan elite Muhammadiyah Tuban terhadap Status Sosial habaib dalam masyarakat dengan menggunakan perspektif humanisme Islam Ali Shariati. Fenomena Status Sosial berbasis keturunan, khususnya terhadap habaib sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, masih memiliki pengaruh kuat dalam struktur sosial masyarakat Muslim Indonesia. Di satu sisi, penghormatan terhadap habaib dipandang sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, namun di sisi lain berpotensi melahirkan relasi sosial yang tidak setara jika dimaknai secara berlebihan dan dilegitimasi secara kultural maupun keagamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana elite Muhammadiyah Tuban memaknai posisi sosial habaib serta bagaimana pandangan tersebut dianalisis melalui konsep humanisme Islam Ali Shariati yang menekankan prinsip tauhid, kesetaraan manusia, dan penolakan terhadap struktur sosial yang status sosials dan feodal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan, yaitu para elite Muhammadiyah Tuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elite Muhammadiyah Tuban pada umumnya menolak Status Sosial berbasis keturunan dan memandang bahwa kemuliaan manusia ditentukan oleh ketakwaan, amal, dan kontribusi sosial, bukan oleh nasab. Pandangan ini sejalan dengan pemikiran humanisme Islam Ali Shariati yang menegaskan tauhid sebagai ideologi pembebasan serta konsep ummah sebagai masyarakat egaliter tanpa kelas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi pemikiran Ali Shariati dalam membaca sikap kritis Muhammadiyah terhadap praktik Status Sosial yang berpotensi melestarikan ketidakadilan dalam masyarakat.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hubungan Masyarakat Islam dan Humanisme Muhammadiyah |
||||||||
| Keywords: | Status sosial; Habaib; Muhammadiyah; humanisme Islam; Ali Shariati | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam | ||||||||
| Depositing User: | Shofiyah Nur Afidah | ||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 07:57 | ||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 07:57 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
