Mekanisme penetapan harga jual dalam perspektif Ibnu Taimiyah: studi kasus pada pedagang asongan di majelis taklim Sabilu Taubah Srengat Blitar

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Athoillah, Ahmad (2026) Mekanisme penetapan harga jual dalam perspektif Ibnu Taimiyah: studi kasus pada pedagang asongan di majelis taklim Sabilu Taubah Srengat Blitar. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahmad Athoillah_08020420038 ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Ahmad Athoillah_08020420038 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Fenomena baru di kalangan masyarakat Muslim saat ini adalah transformasi majelis taklim, yang semula berfokus pada kegiatan pengajian keagamaan, kini juga menjadi pusat kegiatan perdagangan yang ramai. Kehadiran pedagang asongan identik dengan penjajahan barang di transportasi umum, pinggir jalan raya, dan acara publik lainnya, menjadi menarik untuk diteliti karena sering kali mematok harga produk jauh di atas harga pasar, sehingga berpotensi mengeksploitasi keramaian jamaah. Salah satu contoh konkret adalah majelis taklim Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Rutinitas pengajian dua kali seminggu dengan jamah mencapai ribuan orang menciptakan peluang perdagangan yang kuat, memicu dinamika sosial-ekonomi yang kompleks berupa persaingan harga antarpedagang, fluktuasi permintaan berdasarkan musim pengajian, serta dampak pada daya beli jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang dilakukan di Majelis Taklim Sabilu Taubah, Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Sumber data primer diperoleh dari informan kunci seperti pedagang asongan, sementara data sekunder berasal dari penelitian terdahulu sebagai pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipan yang dilakukan secara rutin pada setiap acara majelis taklim Sabilu Taubah. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam selama 2 bulan dengan informan utama, yaitu 10 pedagang asongan dengan kriteria paling lama berjualan, selalu rutin pada saat pengajian dan sering berinteraksi dengan pengunjung majelis. Serta beberapa jamaah dan Satgas pengelola pedagang asongan. Adapun hasil penelitian ini adalah para pedagang asongan di majelis taklim Sabilu Taubah menerapkan mekanisme penetapan harga yang adaptif dan berbasis biaya awal sebagai faktor utama, yang diintegrasikan secara dinamis dengan kondisi lapangan seperti tingkat keramaian, permintaan tinggi, serta kelangkaan barang pada waktu tertentu. Temuan empiris ini secara kuat menegaskan bahwa pedagang dalam penetapan harga dengan transparan yang menjadi pilar utama, di mana pedagang secara terbuka merespons fluktuasi permintaan jamaah dan keterbatasan stok dengan kenaikan harga yang proporsional, sebagaimana diajarkan Ibnu Taimiyah bahwa harga tidak boleh melebihi batas pasar umum. Adapun rekomendasi penelitian selanjutnya sangat disarankan untuk memperluas objek kajian melalui pendekatan komparatif yang ketat, misalnya membandingkan praktik penetapan harga pedagang asongan di majelis lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Athoillah, Ahmadahmadathoillah81@gmail.com08020420038
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorGhozali, Muhammad Lathoiflathoif@uinsa.ac.id2003117501
Subjects: Ekonomi Islam
Jual Beli
Pedagang
Keywords: Penetapan harga jual; Ibnu Taimiyah; majelis Sabilu Taubah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Ahmad Athoillah
Date Deposited: 20 Jan 2026 08:15
Last Modified: 20 Jan 2026 08:16
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86479

Actions (login required)

View Item View Item