Self-transcendence perspektif ibn qayyim al jauziyah pada pecandu narkoba di Yayasan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Salsabila, Berlian Emira (2026) Self-transcendence perspektif ibn qayyim al jauziyah pada pecandu narkoba di Yayasan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Berlian Emira Salsabila_07020622028 ok.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Berlian Emira Salsabila_07020622028 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 January 2029.

Download (6MB)

Abstract

Pecandu narkoba umumnya tidak hanya mengalami ketergantungan secara fisik, tetapi juga krisis makna hidup yang berdampak pada ketidakmampuan individu dalam mengelola penderitaan dan menentukan arah hidupnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa rehabilitasi pecandu narkoba memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis dan spiritual. Penelitian ini berjudul “Self-Transcendence Perspektif Ibn Qayyim al-Jauziyah pada Pecandu Narkoba di Yayasan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo ”, dengan rumusan (1) Bagaimana konsep dan makna self-transcendence Viktor Frankl di Yayasan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo? (2) Apa saja faktor yang menyebabkan kecanduan narkoba pada pasien Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo menurut teori self transcendence? (3) Bagaimana penerapan/praktik self-transcendence pada pecandu narkoba di Yayasan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara Sidoarjo Perspektif Ibn al-Qayyim?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari sepuluh pasien rehabilitasi dan delapan staf pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) mencari pembelajaran dari setiap unsur di rehabilitasi hingga bangkit dan memiliki tujuan hidup baru untuk diri sendiri dan keluarga, (2) pasien rehabilitiasi sahwahita nusantara memiliki pola latar belakang yang sama seperti hilangnya makna hidup, lemahnya kemampuan koping terhadap tekanan hidup, hubungan keluarga yang renggang, serta kurangnya dukungan emosional dan spiritual, (3) kegiatan spiritual di dalam rehabilitasi sesuai dengan riyadhoh tazkiyatun nafsi sangat membantu pasien dalam menemukan makna hidup. Dalam sudut pandang pecandu narkoba, narkoba berfungsi sebagai pelarian semu dari penderitaan dan kekosongan makna yang dialami individu. Melalui penerapan pendekatan psikis dan spiritual, seperti konseling, pendampingan emosional, kedisiplinan aktivitas harian, serta program ibadah, pasien mulai mampu memaknai ulang penderitaan, meningkatkan kesadaran diri, dan menumbuhkan motivasi untuk berubah demi nilai-nilai yang lebih luhur, seperti keluarga dan kedekatan dengan Tuhan. Proses ini selaras dengan konsep self-transcendence Viktor Frankl dan konsep tazkiyatun nafs dalam pemikiran Ibn Qayyim al-Jauziyah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rehabilitasi berbasis psikosufistik berperan penting dalam membangun makna hidup dan mendukung proses pemulihan pecandu narkoba secara berkelanjutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Salsabila, Berlian Emiraberlianemirasalsabila@gmail.com07020622028
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKhodijah, khodijahuchykhadijah@yahoo.com2010116601
Subjects: Broken Home
Narkotika
Rehabilitasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: berlian emira Salsabila Salsabila
Date Deposited: 29 Jan 2026 03:41
Last Modified: 29 Jan 2026 03:41
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86597

Actions (login required)

View Item View Item