This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Khasanah, Faridhotul (2025) Makna dalam lagu "Tanpa Aku" karya Panji Sakti : analisis eksistensialisme Soren Kierkergaard. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Faridhotul Khasanah_07020122027.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Faridhotul Khasanah_07020122027_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 18 January 2029. Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji makna eksistensialisme dalam lagu “Tanpa Aku” karya Panji Sakti dengan menggunakan perspektif eksistensialisme Soren Kierkegaard. Lagu dalam penelitian ini diposisikan sebagai teks budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai medium estetis dan hiburan, tetapi juga sebagai ruang reflektif yang merepresentasikan pengalaman batin manusia dalam pencarian makna hidup dan relasi eksistensial dengan Tuhan. Penelitian ini menelaah bagaimana lagu tersebut merefleksi dinamika eksistensi manusia melalui tahapan eksistensial Kierkegaard, yakni tahap estetis, etis, dan religius, yang menggambarkan perjalanan manusia dari kesadaran akan kesenangan, tanggung jawab moral, hingga penyerahan diri secara spiritual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan data primer berupa lagu “Tanpa Aku” dan data sekunder berupa literatur filsafat eksistensialisme Kierkegaard serta kajian pendukung mengenai musik dan makna eksistensi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu “Tanpa Aku” merepresentasikan proses eksistensial manusia yang ditandai oleh kegelisahan dan kesadaran akan keterbatasan diri, refleksi moral, serta kebutuhan akan relasi transendental dengan Tuhan. Tahap estetis tampak melalui ekspresi perasaan kehilangan dan kerinduan, tahap etis tercermin dalam kesadaran akan tanggung jawab dan pilihan hidup, sedangkan tahap religius terwujud dalam sikap pasrah dan lompatan iman sebagai puncak eksistensi manusia. Dengan demikian lagu ini memuat nilai-nilai eksistensial yang menunjukkan bahwa eksistensi manusia bersifat dinamis, prosesual, dan tidak terlepas dari dimensi spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya musik dapat menjadi medium refleksi filosofis yang efektif dalam mengungkap pergulatan eksistensial manusia serta memperkaya kajian filsafat eksistensialisme dalam konteks budaya populer.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Filsafat > Filsafat Islam Tasawuf Budaya |
||||||||
| Keywords: | Lagu; eksistensialisme; Soren Kierkegaard; eksistensi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam | ||||||||
| Depositing User: | Faridhotul Khasanah | ||||||||
| Date Deposited: | 18 Jan 2026 03:03 | ||||||||
| Last Modified: | 18 Jan 2026 03:03 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87004 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
