Peran otoritas agama dan otoritas negara dalam praktik budaya sound horeg: studi kasus masyarakat Gondang Legi Kabupaten Malang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hilmi, Muhammad Fahim (2026) Peran otoritas agama dan otoritas negara dalam praktik budaya sound horeg: studi kasus masyarakat Gondang Legi Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Fahim Hilmi_07020222039 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2029.

Download (1MB)
[img] Text
Muhammad Fahim Hilmi_07020222039.pdf

Download (847kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena Sound Horeg sebagai ekspresi budaya populer kontemporer di Jawa Timur, khususnya di Desa Gondanglegi, Kabupaten Malang. Meskipun menjadi simbol identitas lokal dan penggerak ekonomi kreatif, praktik ini seringkali memicu ketegangan sosial akibat dampak kebisingan yang ekstrem dan benturan kepentingan di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana struktur otoritas bekerja dalam merespons fenomena tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal utama: pertama, bagaimana peran otoritas agama dan otoritas negara dalam praktik budaya Sound Horeg di Gondanglegi; kedua, bagaimana negosiasi antara otoritas tradisional, karismatik, dan rasional-legal terjadi dalam mempertahankan atau membatasi praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori otoritas Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Sound Horeg di Gondanglegi tetap eksis karena adanya legitimasi dari otoritas tradisional dan karismatik yang memandang kegiatan ini sebagai bagian dari "adat" dan kebanggaan komunal. Otoritas agama (karismatik) berperan sebagai penyeimbang moral yang memberikan restu sekaligus kendali atas etika pelaksanaan di lapangan. Sementara itu, otoritas negara (rasional-legal) melalui perangkat desa dan kepolisian berperan dalam memformalkan aturan teknis, meskipun dalam implementasinya seringkali bersifat persuasif dan negosiatif untuk menghindari konflik massa. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa keberlangsungan Sound Horeg bukan sekadar masalah teknis audio, melainkan hasil dari dialektika antara ketaatan terhadap tradisi, penghormatan kepada figur karismatik, dan kepatuhan administratif terhadap regulasi negara.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hilmi, Muhammad Fahimfahimhilmi40@gmail.com07020222039
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAfdillah, Muhammadm.afdillah@uinsby.ac.id2021048202
Subjects: Budaya - Agama
Masyarakat
Negara
Keywords: Otoritas agama; otoritas negara; sound horeg; sosiologi agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Fahim Fahim Hilmi
Date Deposited: 26 Feb 2026 03:25
Last Modified: 26 Feb 2026 03:25
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87804

Actions (login required)

View Item View Item