This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Hamzah, Amir (2026) Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam praktik ngurisan pada masyarakat suku sasak di Lombok NTB. Masters thesis, UIN Sunan Ampel.
|
Text
Amir Hamzah_02040834006.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Amir Hamzah_02040834006_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 23 January 2029. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam praktik tradisi Ngurisan pada masyarakat Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan memfokuskan pada substansi nilai, proses hasil integrasi dalam tradisi Nugurisan. Tradisi Ngurisan merupakan ritual pemotongan rambut bayi yang telah mengakar kuat sebagai praktik budaya sekaligus sosial-religius masyarakat Sasak. Penelitian ini berangkat dari adanya persepsi yang memandang sebagian tradisi lokal berpotensi bertentangan dengan ajaran Islam, sehingga diperlukan kajian yang lebih mendalam dan objektif mengenai nilai-nilai pendidikan Islam yang terinternalisasi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh adat, aparat desa, dan masyarakat pelaku tradisi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Ngurisan mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang kuat, seperti ibadah, tauhid, syukur, ukhuwah, amanah, tanggung jawab sosial, dan kepatuhan terhadap adat. Proses integrasi nilai-nilai tersebut berlangsung secara kultural, partisipatoris, dan berkelanjutan melalui mekanisme sosial masyarakat. Adapun hasil integrasi nilai pendidikan Islam dalam tradisi Ngurisan tampak pada terbentuknya kesadaran religius yang selaras dengan budaya lokal, penguatan solidaritas sosial, legitimasi keagamaan terhadap tradisi, serta terpeliharanya tradisi Ngurisan. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Ngurisan berfungsi sebagai ruang pendidikan Islam nonformal yang kontekstual dan relevan dalam kehidupan masyarakat Sasak. Meskipun pada awalnya tersebut di indikasikan bertentangan dengan nilai pendidikan islam
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Budaya - Agama Pendidikan Islam Adat |
||||||||||||
| Keywords: | Integrasi; nilai nilai pendidikan Islam; tradisi ngurisan; Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Amir AMIR HAMZAH | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 05:27 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Jan 2026 05:27 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87959 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
