This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Sudury, Ahmad Miftahus (2026) Praktik qur’anic hydrotherapy untuk penyembuhan penyakit: analisis resepsi masyarakat dalam tradisi yasinan: studi living Qur’an di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ahmad Miftahus Sudury_02240523002.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Ahmad Miftahus Sudury_02240523002_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 28 January 2029. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pandangan masyarakat Muslim yang memahami al-Qur’an sebatas teks ritual sehingga fungsi penyembuhan (syifā’) yang terkandung dalam ayat-ayatnya belum dimaknai secara komprehensif. Selain itu, terjadi perbedaan persepsi di kalangan umat Islam mengenai kedudukan al-Qur’an, apakah sebagai kitab petunjuk spiritual semata atau juga sebagai media pengobatan. Fenomena penggunaan ayat-ayat al-Qur’an untuk penyembuhan, seperti melalui ruqyah atau air yang dibacakan doa, masih minim dikaji secara ilmiah terutama melalui perspektif Living Qur’an. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna resepsi masyarakat terhadap praktik Qur’anic Hydrotherapy dalam tradisi yasinan serta mengkaji dampaknya terhadap kehidupan masyarakat pesantren berdasarkan teori Living Qur’an dan Teori Konstruksi Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), diperkuat oleh teknik dokumentasi dan beberapa data wawancara. Sumber data diperoleh dari literatur ilmiah, karya-karya terkait Living Qur’an, dan pengamatan terhadap praktik keagamaan di Pondok Pesantren Ngalah. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengungkap bentuk resepsi dan proses konstruksi makna dalam komunitas pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pondok Pesantren Ngalah memaknai Qur’anic Hydrotherapy sebagai manifestasi al-Qur’an sebagai living text yang bekerja secara transformatif dalam pengalaman keagamaan. Resepsi masyarakat terbagi dalam tiga kategori utama: resepsi estetis yang tampak pada penghormatan dan pengalaman spiritual dalam tradisi yasinan; resepsi fungsional yakni keyakinan bahwa air yang dibacakan ayat al-Qur’an membawa manfaat fisik, psikologis, dan spiritual; serta resepsi ideologis yang memandang praktik ini sebagai warisan tradisi pesantren yang relevan lintas zaman. Dampak hydrotherapy meliputi aspek fisik, psikologis, spiritual, sosial, dan moral, serta terbentuknya konstruksi sosial melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dengan demikian, Qur’anic Hydrotherapy tidak hanya berfungsi sebagai praktik penyembuhan, tetapi juga sebagai elemen budaya dan identitas keagamaan yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Pondok Pesantren Ngalah.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Pesantren Al Qur'an Terapi |
||||||||||||
| Keywords: | Qur’anic hydrotherapy; living Qur’an; resepsi masyarakat; tradisi yasinan; konstruksi sosial | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ahmad Miftahus Sudury | ||||||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 01:38 | ||||||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 01:38 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88167 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
