This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Ali, Muhammad Irza Tsaquf (2026) Konsep Taghyir dalam q.s ar-ra’d [13] 11 perspektif teori change model Kurt Lewin. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Irza Tsaquf Ali_02240523022 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Muhammad Irza Tsaquf Ali_02240523022 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 20 February 2029. Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep taghyīr (perubahan) dari perspektif al-Qur’an, khususnya yang termaktub dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11. Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Prinsip ini menjadi dasar sosiologis yang menekankan pentingnya transformasi internal sebagai syarat terjadinya perubahan sosial. Dalam konteks ini, perubahan tidak hanya dipahami sebagai fenomena eksternal, tetapi juga sebagai proses spiritual dan moral yang berakar pada kesadaran individu dan kolektif. Untuk memperkaya analisis, penelitian ini merelevansikan konsep Qur’ani tersebut dengan teori Change Model Kurt Lewin dalam ilmu manajemen kontemporer. Model Lewin menawarkan kerangka perubahan yang terdiri dari tiga tahap: Unfreeze, Change, dan Refreeze. Ketiga tahap ini memberikan perspektif metodologis yang jelas mengenai bagaimana perubahan dapat direncanakan, dijalankan, dan dipertahankan. Dengan demikian, integrasi antara konsep Qur’an dan teori manajemen modern membuka ruang bagi pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara kedua kerangka tersebut. Tahap Unfreeze dalam teori Lewin sejalan dengan kesadaran moral yang menuntut individu meninggalkan praktik lama yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran. Tahap Change menggambarkan proses adopsi pola baru melalui pembelajaran, adaptasi, dan dukungan lingkungan sosial, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip Qur’ani tentang mengubah keadaan diri. Sementara itu, tahap Refreeze menekankan pentingnya menstabilkan perubahan agar menjadi norma sosial yang permanen, sehingga memungkinkan terbentuknya identitas kolektif baru yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi konsep taghyīr Qur’ani dengan Model Perubahan Kurt Lewin menghasilkan kerangka metodologis yang holistik untuk memahami dinamika perubahan sosial. Hal ini penting karena menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada strategi manajerial, tetapi juga pada fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis sekaligus praktis dalam merumuskan pendekatan perubahan yang berkelanjutan, yang mampu menggabungkan dimensi religius, sosial, dan kelembagaan dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Sosiologi Tafsir |
||||||||||||
| Keywords: | Surat ar-Ra’d ayat 11; Taghyir; Unfreeze; Change; dan Refreeze | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Muhammad Irza Tsaquf Ali | ||||||||||||
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 05:37 | ||||||||||||
| Last Modified: | 20 Feb 2026 05:37 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88887 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
