This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Laila, Siti Afifi Nur (2026) Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana kelalaian dalam kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian menurut hukum positif dan hukum islam: studi dalam putusan nomor 76/pid.sus/2025/pn sby. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Siti Afifi Nur Laila_05040322102 OK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Siti Afifi Nur Laila_05040322102 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 4 March 2029. Download (2MB) |
Abstract
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kelalaian dan mengakibatkan hilangnya nyawa memunculkan permasalahan hukum yang kompleks, karena tidak hanya berkaitan dengan penerapan peraturan hukum yang ketat, tetapi juga menyentuh dimensi keadilan substantif bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Dalam Putusan Nomor 776/Pid.Sus/2025/PN Sby dapat dijadikan contoh konkret dari respons hukum terhadap tindakan mengemudi di bawah pengaruh alkohol yang mengakibatkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab hukum bagi pelaku kelalaian dalam kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian, dengan menelaahnya berdasarkan ketentuan hukum positif dan hukum pidana Islam. Penelitian ini menerapkan metode penelitian hukum normatif, dengan memanfaatkan pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan studi kasus (case approach), pendekatan konseptual (conseptual approach). Pendekatan peraturan perundang-undangan digunakan untuk mengkaji ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Transportasi, sedangkan studi kasus dilakukan melalui peninjauan dalam Putusan Nomor 776/Pid.Sus/2025/PN Sby. Selanjutnya, pendekatan konseptual diarahkan untuk meneliti konsep tanggung jawab pidana menurut hukum positif dan hukum pidana Islam, sedangkan pendekatan kausalitas digunakan untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara tindakan lalai pelaku dan konsekuensi hukum yang timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut hukum positif, tanggung jawab atas kelalaian yang mengakibatkan kematian didasarkan pada Pasal 311 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan pengenaan hukuman penjara empat bulan dan denda yang dibayarkan kepada negara. Namun, penerapan sanksi tersebut masih lebih menekankan pada aspek pidana dan belum sepenuhnya mengakomodasi pemulihan bagi korban. Sementara itu, dari perspektif hukum pidana Islam, tindakan ini diklasifikasikan sebagai qatl al-khata', yang menekankan tanggung jawab pelaku melalui kewajiban membayar diyat dan kafārah, melaksanakan penebusan sebagai bentuk keadilan yang tidak hanya represif, tetapi juga berorientasi pada pemulihan. Penegakan hukum terhadap kelalaian yang mengakibatkan kematian dalam hukum positif Indonesia masih berfokus pada hukuman penjara dan denda, sementara aspek pemulihan korban belum mendapat perhatian yang memadai. Berbeda dengan hukum pidana Islam yang menekankan keseimbangan antara pertanggungjawaban pelaku dan ganti rugi korban melalui diyāt (kompensasi), hukum positif di Indonesia perlu memperkuat mekanisme penegakan hukum tidak hanya menjamin kepastian hukum tetapi juga mencapai keadilan substantif.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Pidana Hukum Hukum > Hukum Pidana Islam |
||||||||
| Keywords: | Kecelakaan; kematian | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Siti Afifi Nur Laila | ||||||||
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 07:45 | ||||||||
| Last Modified: | 04 Mar 2026 07:45 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88984 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
