Panca jiwa sebagai habitus pesantren : internalisasi pada santri yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Auliya, Arsy Azzahra (2026) Panca jiwa sebagai habitus pesantren : internalisasi pada santri yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti, Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Arsy Azzahra Auliya_10020322039 OK.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Arsy Azzahra Auliya_10020322039 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan identitas Habitus santri melalui internalisasi nilai-nilai Panca Jiwa di Yayasan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti. Panca Jiwa yang terdiri dari keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah diniyah, dan kebersamaan merupakan nilai dasar yang menjadi pedoman dalam kehidupan santri di pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan santri dan ustadz, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan habitus santri melalui Panca Jiwa berlangsung melalui proses yang bertahap dan tidak instan. Pada tahap awal, santri mengalami proses penyesuaian terhadap sistem kehidupan pesantren yang berbeda dengan latar belakang kehidupan sebelumnya. Kondisi ini dalam perspektif Pierre Bourdieu dapat dipahami sebagai fenomena hysteresis, yaitu ketegangan antara habitus lama yang dibawa santri dengan struktur sosial baru di lingkungan pesantren. Melalui proses pembiasaan yang berulang seperti kegiatan ibadah berjamaah, roan, khidmah, dan aktivitas kolektif lainnya, nilai-nilai Panca Jiwa secara perlahan terinternalisasi dan membentuk disposisi baru dalam diri santri. Lebih lanjut, nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi aturan yang dipatuhi, tetapi berkembang menjadi habitus yang secara otomatis menghasilkan praktik sosial sehari-hari, seperti partisipasi dalam kegiatan kolektif, sikap saling membantu, serta kesederhanaan dalam menjalani kehidupan. Habitus yang terbentuk di pesantren juga bersifat transposable, yaitu dapat diterapkan dalam kehidupan sosial di masyarakat setelah santri keluar dari lingkungan pesantren. Dengan demikian, Panca Jiwa tidak hanya berfungsi sebagai nilai normatif dalam pendidikan pesantren, tetapi juga sebagai sistem pembentuk habitus yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak santri secara berkelanjutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Auliya, Arsy Azzahraarsyazzahraal@gmail.com10020322039
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorTaufiq, Amalamaltaufiq70@gmail.com2002087005
Subjects: Pesantren
Sosiologi
Keywords: Panca Jiwa; habitus; santri; pesantren; internalisasi nilai
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Arsy Azzahra Auliya
Date Deposited: 07 Apr 2026 04:05
Last Modified: 07 Apr 2026 04:05
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89291

Actions (login required)

View Item View Item