Upacara nanem pigolek kencono pada tradisi suroan dalam membentuk modal sosial di Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fazhitya, Elvina Nuzu (2026) Upacara nanem pigolek kencono pada tradisi suroan dalam membentuk modal sosial di Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Elvina Nuzu Fazhitya_10010322009.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Elvina Nuzu Fazhitya_10010322009_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (3MB)

Abstract

Tradisi nanem pigolek kencono yang dilaksanakan setiap bulan Suro di Desa Kandangan merupakan warisan budaya leluhur yang telah dijalankan secara turun-temurun. Di tengah arus perubahan sosial, tradisi ini tetap bertahan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pelaksanaan upacara nanem pigolek kencono dan bentuk-bentuk modal sosial yang terbentuk di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Kandangan. Analisis penelitian menggunakan teori modal sosial Robert Putnam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi terdiri dari tiga tahapan yaitu Pertama tahap pra acara yang meliputi sambang desa, penyembelihan sapi, pengolahan daging secara gotong royong, doa bersama beragam agama, dan pembuatan pigolek. Kedua, tahap pelaksanaan yang ditandai dengan kirab budaya dan prosesi penanaman pigolek pada jumat pahing dan Ketiga, tahap pasca acara yang meliputi kenduri tumpeng dan pagelaran wayang kulit sebagai sarana hiburan dan edukasi bagi generasi muda. Tradisi ini menunjukkan bentuk lima unsur modal sosial yaitu Pertama, kepercayaan tumbuh dari keterlibatan warga secara sukarela dan tanggung jawab bersama, memperkuat solidaritas dan gotong royong. Kedua, Norma sosial muncul dari kebiasaan tidak tertulis yang dijalankan bersama tanpa sanksi formal. Ketiga, Jaringan sosial mencakup hubungan formal dan informal antarwarga serta keterlibatan lembaga eksternal. Keempat, Bonding social capital memperkuat ikatan internal antarwarga, pelaksana ritual, dan generasi muda. Kelima, Bridging social capital membangun jembatan lintas kelompok melalui dimensi agama, ekonomi, dan pandangan sosial.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fazhitya, Elvina Nuzuelvinanuzufazhitya@gmail.com10010322009
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSetianingsih, Dwidwisetia@uinsa.ac.id2022127201
Subjects: Kebudayaan Jawa
Adat
Budaya
Keywords: Tradisi suroan; nanem pigolek kencono; modal sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Elvina Nuzu Fazhitya
Date Deposited: 07 Apr 2026 03:27
Last Modified: 07 Apr 2026 03:27
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89305

Actions (login required)

View Item View Item