This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Harsya, Muhammad Syafril (2026) Peran tokoh agama Islam dalam harmoni sosial dan sikap moderasi beragama di Kota Palangka Raya: perspektif Jürgen Habermas. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Syafril Harsya_07020122043.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Muhammad Syafril Harsya_07020122043_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 16 April 2029. Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas peran tokoh agama Islam dalam membentuk harmoni sosial dan menanamkan sikap moderasi beragama di Palangka Raya dengan menggunakan perspektif teori tindakan komunikatif dari Jürgen Habermas. Fenomena moderasi beragama dalam konteks masyarakat Muslim Indonesia tidak hanya dipahami sebagai upaya menjaga keseimbangan dan toleransi, tetapi juga sebagai wacana yang berpotensi melahirkan relasi sosial yang tidak setara ketika dimaknai secara normatif dan dilegitimasi secara kultural maupun keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tokoh agama Islam memaknai harmoni sosial dan moderasi beragama, serta sejauh mana praktik tersebut mencerminkan prinsip-prinsip rasionalitas komunikatif, seperti kesetaraan, kebebasan berpendapat, dan pencapaian konsensus melalui dialog rasional. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama Islam di Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama Islam pada umumnya memandang harmoni sosial dan moderasi beragama sebagai upaya menjaga stabilitas sosial melalui komunikasi, kesepahaman, dan penghormatan terhadap perbedaan. Namun demikian, dalam praktiknya, komunikasi yang berlangsung tidak sepenuhnya berada dalam kondisi ideal (ideal of speech) sebagaimana yang dirumuskan oleh Habermas, karena masih ditemukan relasi hierarkis dan dominasi simbolik dalam proses komunikasi keagamaan. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara fungsi emansipatoris dan fungsi stabilisasi sosial dari moderasi beragama. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Jürgen Habermas relevan digunakan untuk membaca secara kritis praktik harmoni sosial dan moderasi beragama, tidak hanya sebagai instrumen, tetapi juga sebagai arena diskursus yang dapat mereproduksi maupun mengoreksi ketimpangan sosial dalam masyarakat.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Budaya Organisasi Ideologi Islam Masyarakat Kebudayaan > Kebudayaan Islam |
||||||||
| Keywords: | Harmoni sosial; moderasi beragama; tokoh agama Islam; tindakan komunikatif; Jürgen Habermas | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam | ||||||||
| Depositing User: | Syafril Muhammad Harsya | ||||||||
| Date Deposited: | 16 Apr 2026 03:40 | ||||||||
| Last Modified: | 16 Apr 2026 03:40 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89765 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
