This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fauziah, Malihatul (2026) Counter narrative “marriage is scary”: analisis penyampaian hadis pernikahan di instagram @taulebih.id melalui perspektif netnografi dan hermeneutika Paul Ricoeur. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Malihatul Fauziah_07010522009.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Malihatul Fauziah_07010522009_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 25 May 2029. Download (3MB) |
Abstract
Fenomena narasi “marriage is scary” di media sosial menunjukkan meningkatnya kekhawatiran generasi muda terhadap pernikahan akibat maraknya isu konflik rumah tangga, perselingkuhan, dan kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk narasi tersebut di Instagram, mengkaji penyampaian hadis pernikahan sebagai kontra narasi pada akun @taulebih.id, serta menelaah pemaknaan hadis riwayat Sahih Muslim No. 2813 dan riwayat Sunan Abu Dawud No. 2228 melalui perspektif hermeneutika Paul Ricoeur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi konten, dokumentasi berupa tangkapan layar, analisis interaksi komentar pengikut, serta kajian literatur hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi “marriage is scary” terbentuk dari pengalaman personal, paparan konten digital, dan generalisasi terhadap kasus-kasus negatif rumah tangga. Akun @taulebih.id menghadirkan kontra narasi melalui penyampaian hadis dengan bahasa sederhana, visual menarik, dan pendekatan reflektif sehingga mudah dipahami audiens muda. Respons pengikut menunjukkan penerimaan positif, peningkatan pemahaman, serta perubahan sudut pandang terhadap pernikahan. Dari aspek kualitas hadis, riwayat Sahih Muslim No. 2813 berkualitas sahih, tanpa adanya ‘illah yang merusak. Sementara itu, riwayat Sunan Abu Dawud No. 2228 juga dapat diterima sebagai hujjah dalam kajian khulu‘ karena didukung oleh riwayat-riwayat lain yang menguatkan (syawa>hid dan muta>ba’a>t), sehingga berkualitas hasan li ghayrihi. Melalui hermeneutika Paul Ricoeur, hadis dipahami bukan sebagai legitimasi ketakutan terhadap pernikahan, melainkan sebagai peringatan akan adanya potensi gangguan yang dapat merusak rumah tangga serta pentingnya membangun keluarga berlandaskan iman, komunikasi, dan tanggung jawab. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi ruang dakwah digital yang efektif dalam membangun narasi keagamaan yang konstruktif dan relevan bagi generasi muda.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Dakwah > Dakwah, Strategi Perkawinan Hadis |
||||||||
| Keywords: | Hadis pernikahan; marriage is scary; instagram; netnografi; hermeneutika | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Malihatul Fauziah | ||||||||
| Date Deposited: | 25 May 2026 05:49 | ||||||||
| Last Modified: | 25 May 2026 05:49 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90844 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
