Disparitas putusan harta bersama bagi perempuan bekerja perspektif Keadilan Resiprokal dan Maqasid Al-Shari’ah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Adiyono, Adiyono (2023) Disparitas putusan harta bersama bagi perempuan bekerja perspektif Keadilan Resiprokal dan Maqasid Al-Shari’ah. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Adiyono_F03419022 OK.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Adiyono_F03419022 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 June 2029.

Download (4MB)

Abstract

Pada aspek yuridis formal, ketentuan hukum harta bersama yang berlaku di Indonesia menggunakan formula ½ : ½ dengan asumsi dasar ketentuan tersebut bisa menciptakan rasa keadilan bagi keduanya (suami-istri), namun jika terjadi deviasi dan menempatkan posisi istri lebih dominan perannya, apakah ketentuan formula ½:½ masih memenuhi rasa keadilan bagi perempuan ?. Karena itu, penelitian ini ingin menjawab empat permasalahan akademik yang menjadi fokus penelitian: Pertama, Bagaimana disparitas putusan harta bersama perempuan bekerja pada putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya ?. Kedua, Bagaimana pertimbangan hakim dalam pembagian harta bersama bagi perempuan bekerja?. Ketiga, Bagaimana legal reasoning disparitas putusan harta bersama?. Keempat, Bagaimana keadilanresiprokal dan maqasid al shari‘ah terhadap disparitas putusan pembagian harta bersama? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan pendekatan normatif dan statute aproach, bahan primer penelitian ini adalah putusan-putusan hakim PTA Surabaya, sedangkan Undang-undang perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, Kitab klasik, buku-buku dan artikel terkait sebagai bahan sekunder. Adapun teori yang dijadikan analisis adalah konsep keadilan-resiprokal dan maqasid al shari‘ah. Penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Ditemukan disparitas putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya terhadap pembagian harta bersama Perempuan bekerja dengan lima diktum putusan yang berbeda. Kedua, Pertimbangan hakim dalam putusan pembagian harta bersama bagi perempuan bekerja melihat beberapa signifikansinya peran perempuan dalam mendapatkan harta bersama, dominannya perempuan menggantikan peran suami sebagai pencari nafkah, bercampurnya harta asal atau harta bawaan istri terhadap terciptanya harta bersama, dan peran dan sumbangan keluarga istri atas terciptanya harta bersama. Ketiga, Legal reasoning putusan adalah al-quran surah an-nisa’ ayat 32 dan UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 37 bila perkawinan putus karena perceraian, harta benda diatur menurut hukumnya masing-masing (Hukum Islam, Adat dan KUH Perdata). Keempat, Pembagian lebih besar perempuan bekerja telah memenui keadilan-resiprokal dan aqasid al-shari’ah (hukum progresif) sedangkan pembagian seperdua berdasarkan normatif KHI pasal 97 (hukum konservatif).

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Adiyono, Adiyonoreadiyono25@gmail.comF03419022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorZahro, Ahmad--2007065501
Thesis advisorMas'ud, Sulthonsulthon.masud@uinsa.ac.id2010097301
Subjects: Hukum > Hukum Perdata
Keywords: Keadilan; Perempuan Bekerja; Harta Bersama; Maqasid al-Shari’ah
Divisions: Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: Adiyono Adiyono
Date Deposited: 06 Jun 2026 04:03
Last Modified: 06 Jun 2026 04:03
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90951

Actions (login required)

View Item View Item