This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Omarsyah, Mochammad (2026) Penghentian penuntutan menggunakan keadilan restoratif pada tindak pidana penadahan: studi kasus di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Mochammad Omarsyah_05020722052.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Mochammad Omarsyah_05020722052_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 29 June 2029. Download (2MB) |
Abstract
Keadilan restoratif merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang menitikberatkan pada pemulihan korban dan pertanggungjawaban pelaku sebagaimana diatur dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020. Meskipun ditetapkan batas kerugian Rp2.500.000 dan tenggat 14 hari, praktiknya bersifat fleksibel melalui pengecualian keadaan kasuistik, sehingga perkara tetap dapat dihentikan meskipun nilainya lebih besar. Hal ini menimbulkan kendala dalam pemenuhan kewajiban pelaku, sementara batas waktu 14 hari lebih banyak digunakan untuk mediasi dan administrasi. Permasalahan muncul ketika kewajiban belum terpenuhi setelah SKP2 diterbitkan, karena status hukum pelaku telah pulih secara yuridis. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) Bagaimana penerapan keadilan restoratif dalam penghentian penuntutan perkara tindak pidana Penadahan di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, dan (2) Bagaimana pengaturan mengenai keadilan restoratif menurut Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan penelitian terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, serta didukung oleh wawancara dengan pihak Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Analisis bahan hukum dilakukan secara normatif kualitatif dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan keadilan restoratif dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 mencerminkan asas oportunitas yang bersifat fleksibel, termasuk adanya pengecualian pemulihan kerugian apabila disepakati oleh korban dan tersangka, serta didukung oleh Surat Edaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Nomor 01/E/Ejp/02/2022. Dalam praktik di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, jaksa mengutamakan pemulihan secara kontekstual dengan tetap menghentikan perkara meskipun kerugian mencapai sekitar Rp14 juta, berdasarkan kondisi ekonomi pelaku dan pemaafan korban. Namun, terdapat kendala pada batas waktu 14 hari yang lebih berfungsi sebagai waktu mediasi dan administrasi. Setelah SKP2 diterbitkan, status hukum pelaku pulih sehingga kewenangan jaksa terbatas pada upaya persuasif apabila kewajiban pemulihan tidak segera dipenuhi. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mengevaluasi Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, khususnya terkait kesesuaian batas waktu 14 hari dengan kondisi pemenuhan kewajiban pelaku di lapangan, serta memperjelas kemungkinan penundaan penerbitan SKP2 hingga hak korban terpenuhi atau mekanisme peninjauan kembali jika kesepakatan tidak dijalankan. Selain itu, jaksa perlu mengedepankan kehati-hatian dalam memediasi perkara dengan kerugian besar dengan memastikan adanya pemenuhan kewajiban yang konkret sebelum proses administrasi diselesaikan, guna menghindari keterbatasan tindakan setelah status hukum pelaku dipulihkan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Pidana Hukum Hukum > Hukum Peradilan |
||||||||
| Keywords: | Hukum pidana | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam | ||||||||
| Depositing User: | Mochammad Omarsyah | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:19 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:20 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91347 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
