This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Sholihah, Firdah Ni'matus (2026) Konstruksi pendidikan islam anak nelayan berbasis realitas sosial masyarakat pesisir di Bajingmeduro Sarang Rembang dan Sendangmulyo Sarang Rembang. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
firdah ni'matus sholihah_02240824002.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
firdah ni'matus sholihah_02240824002_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 29 June 2029. Download (3MB) |
Abstract
Masyarakat pesisir yang bermata pencaharian sebagai nelayan menghadapi tantangan tersendiri dalam membangun pendidikan Islam bagi anak-anaknya. Kondisi sosial-ekonomi yang dinamis, pola kerja yang bergantung pada musim laut, serta keterbatasan sumber daya keluarga menjadikan konstruksi pendidikan Islam di lingkungan pesisir sebagai persoalan yang penting untuk dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan Islam anak nelayan berbasis realitas sosial masyarakat pesisir di Desa Bajingmeduro dan Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, mencakup pola pendidikan di masing-masing desa serta persamaan dan perbedaan konstruksi yang terbentuk di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 26 informan yang meliputi nelayan, orang tua, guru TPQ, dan tokoh masyarakat. Analisis data berpijak pada teori konstruksi sosial realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckmann melalui tiga proses utama, yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua komunitas nelayan memandang pendidikan Islam sebagai kebutuhan mendasar yang ditanamkan sejak dini melalui keluarga, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan Madrasah Diniyah. Namun, terdapat perbedaan corak konstruksi yang signifikan. Di Bajingmeduro, masyarakat nelayan juragan pemilik kapal membangun makna pendidikan Islam secara pragmatis-identitas: PAI dimaknai sebagai bekal dasar keislaman yang perlu dipenuhi sebelum anak memasuki dunia kerja sebagai nelayan, sehingga keberlanjutan pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi belum menjadi prioritas utama. Sebaliknya, di Sendangmulyo, masyarakat nelayan buruh membangun makna pendidikan Islam secara transformatif-mobilitas: PAI dimaknai sebagai fondasi akhlak sekaligus pendorong keberlanjutan pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi sebagai strategi mobilitas sosial lintas generasi. Perbedaan ini bukan lahir dari tradisi keagamaan yang berbeda, melainkan dari posisi sosial-ekonomi yang membentuk cara masyarakat memaknai realitas pendidikan Islam. Temuan ini memperkuat tesis Berger dan Luckmann bahwa realitas sosial dikonstruksi secara dialektis, dan menunjukkan bahwa posisi sosial-ekonomi menentukan corak makna pendidikan Islam yang terbentuk dalam komunitas pesisir.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Agama Anak Pendidikan Islam |
||||||||||||
| Keywords: | Konstruksi pendidikan Islam; anak nelayan; realitas sosial; masyarakat pesisir; studi komparatif | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Firdah Ni'matus Sholihah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:25 | ||||||||||||
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:25 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
