Qadariyah, Lailatul (2025) Perilaku halal masyarakat Madura: studi fenomenologi perilaku konsumsi masyarakat Sumenep. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Lailatul Qodariyah_08020522025 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 August 2029.
Download (3MB)
Lailatul Qodariyah_08020522025.pdf
Download (3MB)
Abstract
Istilah halal menjadi trending topic yang menyita banyak perhatian. Bukan saja karena ia saat ini telah menjadi suatu industri yang terus berkembang, tetapi kemunculannya dalam banyak diskusi menyiratkan adanya kebutuhan kepastian status dari suatu produk, halal ataukah haram. Pengukuran literasi halal dan sertifikasi halal menjadi suatu hal yang tak lagi bisa dihindari, termasuk pada suatu komunitas yang cukup masyhur dengan kekuatan religiusitasnya yakni Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemaknaan mereka tentang konsep halal serta bagaimana perilaku konsumsi halal masyarakat Madura. Teori yang dipakai pada penelitian ini adalah teori Weber tentang relasi agama dan ekonomi, proses pemaknaannya serta teori konsumsi dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik analisisnya yang khas yaitu Interpretive Phenomenological Anlysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Masyarakat Madura mendapatkan pemahaman tentang halal dari kyai yang dianggap memiliki otoritas tunggal dalam memberikan pemahaman tentang ajaran agama Islam, pemahaman ini kemudian disampaikan dalam berbagai jenis pengajian dan diimplementasikan dalam bentuk perilaku masyarakat. Dalam konteks isu kontemporer seperti sertifikasi halal, tidak sedikit yang menggunakan media sosial sebagai sumber informasi tambahan. (2) Perilaku konsumsi masyarakat Madura telah mengadopsi nilai halal dan memiliki perhatian terhadap logo halal pada suatu produk, hal ini terlihat dari produk yang mereka konsumsi. Hanya saja menurut mereka produk rumahan dan produk yang sudah terbiasa dipakai sehari- hari tidak perlu dicek dan tidak membutuhkan logo halal karena produk tersebut dianggap telah menggunakan bahan dan melalui proses yang sesuai dengan standard halal. Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah selaras dengan pandangan Weber, Bailey dan Sood tentang relasi agama dan ekonomi bahwa keduanya memiliki keterikatan satu sama lain. Weber menamai hubungan ini dengan elective affinity atau hubungan timbal balik. Hanya saja distingsi penelitian ini dengan kajiannya Weber adalah bahwa agama dapat terakomodir karena ia dapat memotivasi seseorang kaitannya dengan keselamatan di akhirat bagi siapapun yang mengikuti ajarannya, sementara pada penelitian ini agama dijadikan dasar kegiatan konsumsi mereka atas dasar hanya kepatuhan (compliance) kepada tuhannya.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Perilaku konsumsi; makna halal; religiusitas | ||||||||||||
| Subjects: | Filsafat Masyarakat Perilaku |
||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Ekonomi Syariah | ||||||||||||
| Depositing User: | Lailatul Qadariyah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 08:07 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 08:13 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/80699 |
