AN ANALYSIS OF FLOUTING CONVERSATIONAL MAXIM BY CHRIS GARDNER IN “THE PURSUIT OF HAPPYNESS” MOVIE

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningrum, Wigya Laksmita Sanasti (2015) AN ANALYSIS OF FLOUTING CONVERSATIONAL MAXIM BY CHRIS GARDNER IN “THE PURSUIT OF HAPPYNESS” MOVIE. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (976kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (571kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (329kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini fokus pada pelanggaran maxim oleh Chris Gardner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi macam-macam maxim yang dilanggar oleh Chris Gardner di film The Pursuit of Happyness, untuk mengungkapkan alasan dia melanggar maxim dan untuk mencari tahu karakternya sebagaimana penulis memberi karakter untuknya melalui pelanggaran-pelanggaran maxim nya. Penelitian ini tergolong dalam lingkupan discourse dan pragmatics. Penelitian ini menggunakan teori co-operative principle dari Grice untuk menganalisis objek nya. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif sebagaimana di dalam penelitian berisi analisis dengan menggunakan intepretasi.
Hasil dari penelitian ini adalah; yang pertama, semua maxim yaitu maxim of quantity, maxim of quality, maxim of relation, maxim of manner, dilanggar oleh Chris Gardner. Terdapat beberapa cara saat dia melanggar maxim; dengan cara berbagi pengalaman, menceritakan rencana, menceritakan kepribadian, menceritakan urutan kejadian, mengulang beberapa ungkapan, memberikan sedikit informasi, memberikan jawaban yang tidak jelas, memberikan kalimat yang mengandung hyperbole, berbohong, berpura-pura, mengalihkan topik, memotong pembicaraan seseorang, memberikan jawaban yang tidak berhubungan, memberikan kalimat yang membingungkan, dan memberikan kalimat yang tidak jellas dan tidak lengkap. Yang kedua, alasan dia melanggar maxim berdasarkan konteks pada masing-masing maxim adalah; untuk flouting maxim of quantity, alasannya adalah untuk meyakinan seseorang, untuk beralasan, untuk berunjuk diri dari remehan orang lain, untuk membela diri, untuk mendapatkan perhatian, untuk menunjukkan keberadaannya ke orang lain, untuk menunjukkan keseriusan, tidak mengetahui jawaban. Untuk flouting maxim of quality adalah untuk memberikan sebuah harapan, untuk menunjukkan maksud tertentu, untuk membuat orang lain merasa tenang dan baik, untuk membuat orang lain tidak fokus, untuk memeri saran. Untuk flouting maxim of relation adalah tidak ingin membicarakan sesuatu, untuk menunjukkan maksud tertentu, tidak memiliki jawaban yang tepat, ada sesuatu yang menarik perhatian pembicara. Dan untuk flouting maxim of manner adalah untuk menunjukkan maksud tertentu. Yang terakhir, pelanggaran maxim dapat memberi karakter pada Chris Gardner sebagai seseorang yang menarik, suka berdebat, pembohong, sadar, dan pemikir

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Muhtarom
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningrum, Wigya Laksmita SanastiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bahasa Inggris
Sastra
Film
Keywords: Co-Operative Principle; Flouting Maxims; Characterization; Chris Gardner
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Inggris
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 26 Jan 2016 03:56
Last Modified: 26 Jan 2016 03:56
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/3987

Actions (login required)

View Item View Item